Monumen Illegal Fishing di Pantai Pangandaran

�Maaf Mba, batu-batu itu nggak boleh dibawa pulang, nanti bisa kesurupan. Kemarin ada orang dari Bandung kesurupan setelah mengambil batu dari sini,� kata tukang perahu kepada salah seorang perempuan setengah baya.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, 1 January 2017

Karang Tawulan Anugrah Tersembunyi

Dari seberang pantai, di atas batu karang burung-burung camar berputar-putar bersahutan seolah menyambut para pengunjung Taman Karang Tawulan. Diiringi sorak gemuruh ombak samudra menerjang kokohnya batu karang di pantai Selatan pulau Jawa.

Jika Anda kebetulan sedang liburan ke Tasikmalaya bagian selatan, tidak salahnya mampir menikmati panorama objekwisata pantai Karang Tawulan. Memang, lokasi tersebut kurang dikenal di masyarakat  karena minimnya promosi.


zonsrumere.blogspot.com
Untuk menuju ke objek wisata tersebut bisa menggunakan rute Tasikmalaya-Singaparna-Cipatujah. Di sepanjang perjalanan ini Anda akan disuguhi panorama wisata Pantai Sindangkerta, Cipatujah, Pamayangsari, dan berakhir di KarangTawulan, Kalapagenep.

Karang Tawulan terletak di desa Kalapagenep, kecamatan Cikalong. Dari Kota Tasikmalaya kira-kira 90 km. Bagi yang tidak membawa kendaraan dapat menggunakan angkutan jurusan Singaparna-Cipatujah berakhir di ujung pantai Karang Tawulan.

Bisa juga ambil rute dari arah Pangandaran, menuju Parigi, Cijulang menuju arah Cikalong, Tasikmalaya Selatan. Waktu tempuh kira-kira dua jam dengan kondisi jalan mulus agak berliku. Di jalur ini Anda akan melewati banyak tempat wisata yang sudah banyak dikenal masyarakat. Misalnya, Batu Hiu, Batu Karas, wisata sungai  Cukang Taneuh (Green Canyon), curug Situmang, Sinjang Lawang dan lain-lain.

Karang Tawulan, bisa disebut anugrah yang tersembunyi. Mengingat taman batu karang tersebut lokasinya berada di balik bukit sedikit tersembunyi dari jalan raya. Tepatnya berada dekat di sebuah muara sungai. Jadi bagi traveler yang belum pernah ke obyek wisata ini harus sedikit memperlambat laju kendaraan apabila sudah sampai di Desa Kalapagenep. 

Tiket masuk cukup terjangkau, untuk sepeda motor plus orang Rp2,500, sedangkan kendaraan roda empat Rp10,000 plus orang.  Tidak hanya itu bagi pecinta kuliner banyak pilihan makanan siap memanjakan lidah  dan perut dari rasa lapar. Dengan panorama alam pedesaan yang masih alami.


Di pantai Karang Tawulan Anda akan disuguhi keindahan panorama laut selatan. Tak jauh dari bibir pantai terdapat sebuah nusa disebut juga dengan nusa manuk. Sebab di nusa yang masih alami itu banyak dihuni burung-burung camar yang bersarang di tempat tersebut.

Menurut Maman (50), warga asli penduduk setempat -- sekarang sudah hijrah ke Bekasi -- dahulu ketika remaja ia sering berenang menyeberang ke nusa tersebut untuk mengambil sarang burung walet untuk dijual. Walaupun harus berjuang taruhan nyawa menaklukkan ganasnya ombak laut selatan.  Tetapi sekarang katanya sudah jarang, mungkin karena sarangnya sudah sedikit. Jika beruntung dan kebetulan air laut surut di taman seluas 20 hektar itu akan dijumpai ikan hias dan satwa langka penyu hijau. 

Para pengunjung yang akan turun ke pinggir pantai bisa menuruni anak tangga. Sedangkan bagi yang ingin berenang disarankan untuk berenang di tempat landai terletak sebelah timur batu karang. Atau bisa juga dekat muara apalagi jika air sedang surut, lokasi ini sangat menarik juga. Tetapi Anda harus tetap hati-hati mengingat ombak pantai selatan cukup besar, jadi harus tetap waspada.

Menjelang sore, apabila cuaca baik di sebelah barat dari atas batu karang Anda dapat menikmati panorama sinar lembayung merah kekuningan. Seolah mengantarkan tenggelamnya matahari ditelan samudra luas.


pramabergawa.blogspot.com
Di areal taman Karang Tawulan banyak pilihan warung makan yang menjajakan berbagai hidangan. Tentunya dengan harga terjangkau dibanding di tempat wisata lain. Nah, bagi pecinta alam dan yang hobi traveling tidak ada salahnya silahkan mencoba mengunjugi Karang Tawulan. Dengan suasana pemandangan pantai batu karang yang masih alami. 

Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan sedikit informasi bagi masyarakat. Sehingga bisa mengangkat pamor objek wisata tersebut dan sekaligus ikut mendongkrak perekonomian di pedesaan.


Thursday, 22 December 2016

Monumen Illegal Fishing di Pantai Pangandaran

 “Maaf Mba, batu-batu itu nggak boleh dibawa pulang, nanti bisa kesurupan. Kemarin ada orang dari Bandung kesurupan setelah mengambil batu dari sini,” kata tukang perahu kepada salah seorang perempuan setengah baya.



Memang, kejadian itu sudah lama terjadi. Yaitu pada hari kedua Idul Fitri 1437 H yang lalu.  Ketika kami sedang melihat kapal illegal fishing di pantai Pasir Putih, Pangandaran, Jawa Barat. Tetapi tidak ada salahnya untuk berbagi cerita kepada sesama.

Sebelum ke pantai Pangandaran, kami sempat mengunjungi Batu Hiu. Yang berjarak sekitar 14 km dari Pangandaran. Karena hari masih siang dan cuaca cerah, maka kami putuskan mengunjungi pantai Pangandaran. Bagi saya entah yang keberapa kali datang ke pantai itu. Tetapi tak pernah bosan. Daya tarik pantai Pangandaran selalu membuat penasaran untuk dikunjungi.

Pada hari itu pengunjung yang mau liburan ke pantai Pangandaran sudah ramai. Hal itu terlihat antrian kendaraan memadati pintu gerbang menuju obyek wisata Pangandaran. Agar tidak terjebak antrian panjang, kami memilih jalan alternatif.

Setelah memasuki perkampungan obyek wisata, kemacetan pun tak bisa dihindari. Jalan menuju ke pantai dipadati kendaraan para wisatawan. Sehingga laju kendaraan pun berjalan tersendat-sendat. Untuk memperlancar arus kendaraan petugas memberlakukan jalan satu arah. Semua kendaraan diarahkan menuju pantai timur.

Ketika kami tiba di pantai timur, di sepanjang jalan itu sudah dipenuhi jejeran kendaraan terparkir. Begitu pun di hotel-hotel dan rumah-rumah penginapan, sudah dipenuhi berbagai jenis mobil dan motor. Untuk parkir jenis truk, bus besar dan ukuran sedang ditempatkan di areal parkir pasar cenderamata. Sebagian di lapangan ujung tol pantai barat dan lapangan Tapang Doyong.

Saat itu mencari tempat parkir dibutuhkan kesabaran. Kami pun sekitar setengah jam baru mendapat tempat di dekat pintu masuk sebelah barat Cagar Alam. Tampak di sekitar pintu masuk ke Taman Wisata Alam Penanjung itu begitu ramai. Memang, di Pangandaran itu tidak identik dengan wisata pantai saja. Tetapi a­da juga spot menarik untuk di jelajah yaitu hutan lindung Cagar Alam dan satwa.

Keramaian juga terlihat di sepanjang pantai sebelah barat. Keceriaan para pengunjung pantai terlihat jelas. Mereka nampak asik bermain-main, ada yang berenang-renang, main bola, ada yang asik main pasir. Bahkan ada juga yang naik kuda dan lain-lain. Mereka semua terlihat bersuka cita, dan hirau oleh panas pancaran sinar matahari.

Di tengah keramaian wisatawan, terlihat para petugas penjaga pantai terlihat hilir mudik. Mengawasi pengunjung yang sedang berenang. Sekali-kali terdengar melalui pengeras suara. Megingatkan agar berenang tidak melebihi batas yang sudah ditentukan karena berbahaya. Ada batas zona aman bagi yang berenang. Ditandai dengan pelampung bendera merah di sepanjang pantai, baik di pantai timur maupun barat.

Di antara keramaian pengunjung itu berjejer beberapa perahu-perahu nelayan. Rupanya sebagian nelayan di Pangandaran ketika ramai wisatawan, tidak melaut menangkap ikan. Mereka memilih mengais rezeki sebagai jasa antarjemput penumpang. Yaitu mengantar para wisatawan yang ingin melihat pemandangan kehidupan bawah laut. Seperti melihat-lihat ikan hias, melihat taman karang laut. Atau menyeberang ke pantai pasir putih di Cagar Alam untuk melihat monumen kapal illegal fishing.

Adapun untuk ongkos naik perahu cukup Rp 10,000,-/orang pulang pergi. Kapasitas setiap perahu-perahu dibatasi hanya mengangkut 10 orang, tidak boleh lebih. Karena jika lebih dari sepuluh orang bisa berbahaya.


Setelah adanya kapal illegal fishing yang didamparkan di laut Pangandaran. Dan gencarnya pemberitaan media tentang kapal kontoversi itu. Banyak pengunjung pantai yang penasaran ingin melihat kapal itu dari dekat. Hal itu sekaligus menambah daya tarik tersendiri. Tentu keadaan ini secara tidak langsung menambah ‘panen’ bagi tukang perahu untuk antarjemput. Tidak aneh ketika itu, di laut Pangandaran ramai oleh hilir mudik perahu-perahu mengangkut wisatawan.

Dan kami juga ikut menyeberang ke pantai pasir putih di Cagar Alam. Kebetulan pada waktu itu kondisi air laut sedang surut. Sehingga pantai di pasir putih sebagian menjadi kering, bisa untuk jalan kaki. Keadaan demikian memudahkan para pengunjung menghampiri kapal itu lebih dekat. Padahal kalau air laut sedang pasang untuk menjangkau ke kapal FV Viking harus  dari atas perahu.
Karena kapal mudah dijangkau,  banyak juga pengunjung yang nekad naik ke atas kapal itu. Melalui dua buah tambang yang menjulur ke bawah. Setelah berada di atas kapal, mereka manfaatkan untuk berfoto ria atau berswafoto (selfie). Padahal di dinding kapal itu sudah ada sebuah spanduk berisi himbauan: dilarangan menaiki kapal berbahaya, begitu isinya. Tetapi tetap saja banyak yang hirau dan mengabaikan peringatan itu.

Menurut beberapa sumber, kapal FV. Viking berbendera Nigeria itu diketahui sudah menjadi buronan Norwegia, negara yang memproduksi kapal tersebut. Status buronan tersebut ditetapkan Norwegia sejak 2013, atau sejak kapal tersebut diketahui melakukan aksi illegal fishing. Dan kapal itu telah menjadi buronan dari 13 negara bertahun-tahun. Kapal penangkap ikan itu juga tercatat sudah 13 kali ganti nama, 12 kali ganti bendera, dan 8 kali ganti call sign.

Setelah ditangkap pada 26 Februari 2016 di Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Provinsi Riau. Kini kapal berbobot 1.322 gross tonnage (GT) itu, oleh satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kapal itu dijadikan monumen illegal fishing di pantai barat Cagar Alam Pangandaran. Ini merupakan sebuah pembuktian kepada dunia Internasional.  Bahwa Indonesia serius memberantas pencurian ikan di perairan Indonesia. Komitmen ini ditegaskan Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.


Sementara hari semakin sore, para pengunjung pantai terlihat masih saja ramai. Sekitar pukul 5.00 WIB sore, kami memutuskan untuk pulang. Tetapi untuk kembali pulang, kami harus bersabar menunggu. Karena perahu yang tadi mengantarkan kami masih sibuk mengantarjemput penumpang lain.

Ketika sedang asik menunggu perahu jemputan. Saya menyimak obrolan tukang perahu dengan seorang perempuan, tidak jauh dari tempat saya berdiri. Keduanya membicarakan masalah batu-batu yang akan dibawa oleh perempuan itu. Ada salah satu perkataan si Abang perahu yang cukup menarik.


“Maaf Mba, batu-batu itu nggak boleh dibawa pulang nanti bisa kesurupan. Kemarin ada orang dari Bandung kesurupan setelah mengambil batu dari sini,” kata si Abang tukang perahu kepada perempuan setengah baya itu.
Perkataan tukang perahu yang berbau klenik itu cukup menggelitik. Apa benar batu karang itu bisa menyebabkan kesurupan? Tidak tahu pasti. Menurut saya si Abang perahu itu cukup bijak, ambil sisi positifnya saja. Itu bagus juga, agar tempat-tempat wisata dimanapun tidak dirusak oleh tangan-tangan iseng oknum wisatawan. Sebab prilaku tidak elok itu lama kelamaan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan dan keindahan obyek wisata itu sendiri.

Sebuah pembelajaran dari tukang perahu. Secara tidak langsung sudah menjaga lingkungan dengan caranya sendiri.

Dan tidak berapa lama perahu penjemput pun datang, akhirnya kami bisa pulang. Meninggalkan bangkai kapal yang sudah berkarat itu, sebagai monumen illegal fishing di laut Pangandaran.

Saturday, 26 November 2016

Cara melayout Halaman di InDesign Cs 6

Menyambung tulisan lalu, tentang cara membuat halaman layout di InDesign Cs 6. Nah, sekarang mari kita lanjutkan. Yaitu bagaimana cara mengisi halaman kosong dengan teks dan gambar. Sekaligus melayout atau mendisain halaman itu agar enak dilihat.

Dan tentunya Anda sudah pula mengenal fungsi Tools di InDesig Cs 6, tulisannya pernah dimuat sebelumnya. Untuk latihan, siapkan sebuah file tulisan teks dari Microsoft Word (sembarang saja boleh). Siapkan juga sebuah foto atau gambar apa saja.   

Untuk memudahkan pencarian. Simpan file teks dan gambar itu ke dalam satu folder (beri nama file: LATIHAN). Jika sudah siap, langsung saja buka sofware InDesign Cs 6. Selanjutnya anggap saja sebuah halaman di InDesign sudah tersedia seperti pada gambar di bawah. Ikuti langkah berikut ini:

Cara mengambil file teks dan gambar
1. Arahkan panah atau kursor ke atas menu, klik file. Terus sorot ke bawah cari tulisan Place (ctrl+D) (lihat gambar-1). Maka akan muncul dialog box, seperti pada gambar-2. Silakan cari file naskah dan gambar yang sudah disiapkan tadi.

gambar-1

gambar-2 


2. Kemudian geser panah ke dialog box, di gambar-2 tadi. Cari file teks dan klik. Maka akan muncul tanda panah berisi teks (lihat gambar-3). Selanjutnya drag kursor ke lajur kolom dan langsung tarik ke ujung batas areal kerja halaman. Agar ketika mengubah huruf bisa leluasa, seperi terlihat pada gambar-4.


gambar-3
gambar-4


3. Lalu bagaimana cara mengambil gambar/foto? Sama saja seperti cara mengambil teks. Tinggal pilih file gambar, lalu klik. Hasilnya lihat pada gambar-5 di bawah ini. Setelah teks dan gambar tersedia, maka siap untuk diolah.




gambar-5 

4. Langkah berikutnya, cara mengubah kolom teks. Dari satu kolom menjadi 3 kolom. Perhatikan lingkaran warna merah di gambar-6. Terdapat angka 3, adalah menunjukkan jumlah kolom. Sedangkan angka 5 untuk jarak antar kolom. Angka-angka itu dapat diubah sesuai kebutuhan.


gambar-6

5. Jika melihat di gambar-6 di atas. Teks itu tertutup oleh gambar, maka harus dipisahkan. Caranya, arahkan tulisan Text Wrap. Lihat lingkaran merah di gambar-7 di bawah ini. Text Wrap, berfungsi untuk memisahkan antara teks dan gambar. Besaran jarak dapat disesuaikan kebutuhan disain.


gambar-7 

6. Berikutnya, ubah ukuran huruf judul dan tauching-nya disesuaikan dengan kebutuhan. Maka akan terlihat seperti pada gambar-8, sebuah contoh layout halaman majalah sederhana.


gambar-8 

Sampai di sini dulu tulisan singkat ini. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan dipahami, selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Sunday, 20 November 2016

Spot Mancing di Jatigede Cukup Menjanjikan

Kabar menarik untuk yang hobi mancing. Silakan mencoba memancing di bendungan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Di destinati wisata baru itu Anda dapat berwisata sambil memancing ikan.


Setelah resmi dilakukan pengisian air (impounding) pada 31 Agustus 2015. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sudah menebar 2.5 juta benih ikan lokal di bendungan Jatigede. Rencananya akan ditebar 10 juta benih ikan secara bertahap tiap tahun.

Adapun jenis-jenis ikan yang ditebarkan di bendungan Jatigede diantaranya: Ikan Patin, Ikan Tambakan, Ikan Emas, Ikan Kancra, Ikan Tawes, Ikan Nilem, Ikan Beureun Panon, Ikan Baung, Ikan Grasscrap, Ikan Bandeng dan Udang Galah dan lain-lain.

Dengan ditebarnya berbagai jenis ikan di bendungan tersebut diharapkan kelak bisa dipanen di kemudian hari. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar. Sekarang pun masyarakat bisa bebas memancing.

Bagi para pemancing dapat memilih spot mancing di beberapa lokasi. Misalnya di Desa Cipaku, Cibogo, Jatibungur, Kecamatan Darmaraja. Atau lokasi yang berada di wilayah Wado atau Situraja. Bisa juga di Kampung Jatigede Kulon, Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede.


Untuk memberi kenyamanan para pemancing, sudah tersedia lapak-lapak atau rakit bambu dengan harga sewa  Rp 10,000/hari. Jika ingin mancing ke tengah bisa diantar menggunakan perahu.

Biasanya para pemancing ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Spot mancing anyar di Jatigede ini cukup menjanjikan. Nah, tidak salahnya Anda untuk mencoba mancing sambil refreshing. Sebab mancing itu bisa juga disebut sebagai terapi untuk melatih kesabaran.
Rute untuk menuju ke lokasi bendungan Jatigede. Silakan baca; Geliat Wisata diJatigede