Monumen Illegal Fishing di Pantai Pangandaran

Maaf Mba, batu-batu itu nggak boleh dibawa pulang, nanti bisa kesurupan. Kemarin ada orang dari Bandung kesurupan setelah mengambil batu dari sini, kata tukang perahu kepada salah seorang perempuan setengah baya.

Gunung Prau Dieng Suguhkan Pesona Kahyangan

“Bangun,… bangun…, ayo bangun kalau kepengen melihat pamandangan bagus! Udah jauh-jauh bayar. Kalau mau numpang tidur jangan di sini, di rumah nenek saja!,” begitu teriak salah satu petugas (ranger) ketika menjelang subuh.

Menyaksikan Pohon 'Berdarah' di hutan Gunung Halimun

Ketika bedog (golok) itu digoreskan sedikit saja ke kulitnya. Cairan berwarna merah darah itu membuai keluar. Seketika kami terpana melihatnya. Sambil menatap ujung jari telunjuk sang pemandu yang mencolek lelehan cairan itu.

Menikmati Cakrawala Biru di Laut Batu Hiu

“Bulan di Batu Hiu” adalah sebuah judul lagu pop Sunda. Mengisahkan sebuah janji cinta. Disaksikan bulan purnama dikeindahan Batu Hiu. Dari keindahan Batu Hiu itulah telah menginspirasi Doel Sumbang dalam mencipta.

Hari Kartini di Gunung Gede

Lagu Indonesia Raya pun bergema ketika ratusan pencinta alam memperingati hari Kartini di lembah Gunung Gede-Pangrango. Terasa haru, sebuah rasa nasionalisme yang patut ditiru oleh semua penduduk negeri ini.

Sunday, 20 November 2016

Spot Mancing di Jatigede Cukup Menjanjikan

Kabar menarik untuk yang hobi mancing. Silakan mencoba memancing di bendungan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Di destinati wisata baru itu Anda dapat berwisata sambil memancing ikan.

Setelah resmi dilakukan pengisian air (impounding) pada 31 Agustus 2015. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sudah menebar 2.5 juta benih ikan lokal di bendungan Jatigede. Rencananya akan ditebar 10 juta benih ikan secara bertahap tiap tahun.

Adapun jenis-jenis ikan yang ditebarkan di bendungan Jatigede diantaranya: Ikan Patin, Ikan Tambakan, Ikan Emas, Ikan Kancra, Ikan Tawes, Ikan Nilem, Ikan Beureun Panon, Ikan Baung, Ikan Grasscrap, Ikan Bandeng dan Udang Galah dan lain-lain.

Dengan ditebarnya berbagai jenis ikan di bendungan tersebut diharapkan kelak bisa dipanen di kemudian hari. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar. Sekarang pun masyarakat bisa bebas memancing.

Bagi para pemancing dapat memilih spot mancing di beberapa lokasi. Misalnya di Desa Cipaku, Cibogo, Jatibungur, Kecamatan Darmaraja. Atau lokasi yang berada di wilayah Wado atau Situraja. Bisa juga di Kampung Jatigede Kulon, Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede.

Untuk memberi kenyamanan para pemancing, sudah tersedia lapak-lapak atau rakit bambu dengan harga sewa  Rp 10,000/hari. Jika ingin mancing ke tengah bisa diantar menggunakan perahu.

Biasanya para pemancing ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Spot mancing anyar di Jatigede ini cukup menjanjikan. Nah, tidak salahnya Anda untuk mencoba mancing sambil refreshing. Sebab mancing itu bisa juga disebut sebagai terapi untuk melatih kesabaran.
Rute untuk menuju ke lokasi bendungan Jatigede. Silakan baca; Geliat Wisata di Jatigede

Tuesday, 15 November 2016

Minuman Tradisional Segar Murah Meriah

Bagi yang suka olahraga ektrem, seperti hiking atau mendaki gunung. Pasti kita membutuhkan minuman segar dan menyegarkan agar kondisi badan tetap bugar.

Jika dahulu produk minuman segar instan  bisa dihitung dengan jari. Tetapi sekarang berbagai minuman segar mudah didapat. Beragam minuman buatan prabrikan membanjiri toko-toko dan supermarket.  Dengan beragam merek dengan tampilan kemasan menarik. Tinggal pilih mana yang cocok dan Anda suka.

Nah,  tidak ada salahnya jika ingin membuat minuman segar buatan sendiri di rumah. Berikut adalah tips  minuman segar tradisional menyegarkan murah meriah.






















Bahan:
* Siapkan  1 bungkus asem jawa, kira-kira 100 gram
* 5 buah gula aren/kelapa atau secukupnya (disuaikan selera kemanisannya)
*air kira-kira 1 liter

Caranya:
Terlebih dahulu  siapkan godokan air.  Iris gula-gula itu kecil-kecil. Begitu juga asem jawa di pisah-pisah, jangan menggumpal. Setelah airnyagak hangat, tuangkan irisan gula dan asem jawa ke godokan air itu. Tunggu beberapa menit sampai benar-benar mendidih. Boleh dicoba juga tingkat kemanisannya sesuai selera Anda.

Setelah mendidih angkat dan dinginkan. Jika sudah dingin silakan masukan ke dalam botol. Dan siap untuk dibawa sebagai persiapan olahraga atau naik gunung. Berdasarkan pengalaman penulis.  Minuman tradisional ini cukup menyegarkan. Selamat mencoba.

Mengenal Fungsi Tools InDesign Cs 6


Pada tulisan lalu penulis sudah membahas cara membuat halaman layout di InDesign Cs 6. Tetapi kali ini alangkah baiknya mengenalkan dulu fungsi Tools di InDesign itu. Sebab sebagai tahap awal ini penting juga untuk memudahkan dalam mempelajari ke tahap berikutnya.


Penulis tidak ingin bertele-tele, langsung saja. Gambar di bawah ini adalah sebuah contoh satu halaman penuh. Dan gambar di bawahnya terdapat Tools yang memuat simbol/gambar dengan fungsi berbeda.




Silakan simak dan perhatikan masing-masing simbol/gambar di bawah ini, berikut uraiannya:



Selection (Shift+V) : berfungsi untuk memilih/menyeleksi obyek yang akan dibuat
Direct Selection  (A)  dapat digunakan untuk memilih obyek  bagian dalam yang sudah digroup
Page (Shift+P) : untuk menggeser bidang halaman




Type (T) : untuk membuat teks
Type on a path : membuat teks pada sebuah bentuk path yang telah dibuat
Line (/) : untuk membuat garis

'
Pen (P) : untuk menggambar obyek yang bersifat garis dan menyudut
Add Anchor Point (=) : untuk menambahkan titik edit pada gambar yang bersifat garis
Delete Anchor Point : untuk menghapus titik edit pada gambar yang bersifat garis
Convert Direct Poin : untuk mengconvert anchor point dalam posisi tertentu



Pencil (N) : untuk menggambar, seperti layaknya jika kita menggambar dengan pencil di atas kertas
Smooth : untuk menghapus sudut atau bagian yang berlebih
Erase : untuk menghapus obyek, kecuali pada teks


Rectangle Frame (F) : untuk  membuat memasukan teks ke dalam bingkai persegi empat
Elipse Frame : untuk  membuat memasukan teks ke dalam bentuk elipse
Polygon Frame : untuk  membuat memasukan teks ke dalam bentuk  polygon


Rectangle (M): untuk membuat bentuk kotak persegi
Elipse : untuk membuat bidang bulat/lonjong
Polygon : Untuk membuat bentuk polygon



Scissors (C) : untuk memecah/memutus obyek, frames yang bisa untuk disatukan kembali
Gradient Swatch (G) : memberikan efek gradasi pada obyek yang terseleksi
Gradient Feather (Shift+G) : untuk memberikan efek pudar seperti background


Free Transform (E) : untuk melakukan semua transformasi, seperti memutar atau merubah ukuran
Rotate : untuk memutar obyek di dalam halaman
Scale : untuk memperbesar atau memperkecil obyek
Shear : untuk menarik salah satu sudut obyek atau keseluruhanya agar miring kearah tertentu



Note : untuk memberi catatan pada teks
Eyedropper (I)  untuk mengcopy type karakter, warna baik garis maupun isi untuk diterapkan pada obyek atau karakter lainnya
Hand Tool (H) : untuk menarik tampilan dokumen pada posisi yang diinginkan
Zoom Tool (Z) : untuk memperbesar dan memperkecil tampilan pada areal kerja


Fill (X) : untuk mengisi bidang bagian dalam dengan warna
Stroke (X) : mengaktifkan bidang bagian luar jika akan memberi garis/pewarnaan



Formatting affects container (J): mengaktifkan bidang yang akan diberi warna
Formatting affects teks (J) : mengaktifkan teks yang akan diberi warna
Apply Color : mengaktifkan bagian dalam jika akan diberi warna
Apply Gradient : mengaktifkan bidang jika akan diberi gradasi
Apply None : menonaktifkan/menghilangkan bidang berwarna atau gradasi
Normal (W) : menampilkan halaman secara normal
Preview (W): menampilkan areal kerja secara utuh

Demikian uraian singkat mengenai fungsi Tools di InDisign Cs6 ini. Semoga mudah dipahami dan dapat mengerti di dalam menambah pengetahuan InDesign. Selamat mencoba, dan terima kasih atas kunjungannya.

Thursday, 20 October 2016

Membuat Halaman Layout di Indesign Cs 6


Perkembangan teknologi sekarang ini semakin maju. Salah satu contoh kemajuan di bidang publishing. Perkembangannya sangat pesat. Berbeda ketika pada tahun 1980-an. Jika akan membuat disain/layout halaman majalah memerlukan beberapa tahapan pengerjaan.

Pertama naskah diketik redaksi. Kemudian diserahkan ke bagian produksi untuk disetting. Oleh bagian setter ini dicari jenis huruf dan ukurannya. Misalnya huruf untuk upperdeck, judul, body teks dan lain-lain. Setelah dirasa cukup terus diprint. 

Tahap berikutnya. Kertas print hasil setting tadi diserahkan ke bagian artistik untuk di layout (paste up). Terus dipotong-potong sesuai kebutuhan disain. Kemudian ditempelkan di kertas master halaman. Jika ada gambar/foto ikut ditempelkan juga. 

Selanjutnya di atas kertas hasil kertas disain/layout itu ditempelkan kertas tipis. Kertas tipis itu gunanya untuk menuliskan kode untuk proses sparasi warna atau montase. Misalnya untuk kode pewarnaan, background, gradasi dan perintah lain. Kemudian diproses disparasi dijadikan filem. Setelah jadi lembaran filem kemudiian dikirim ke percetakan untuk dicetak. 

Itulah sekadar ilustrasi singkat proses mengerjakan disain/layout di media cetak pada tahun 1980-an. Tentu sangat berdeda dengan sekarang. Dimana mengerjakan proses disain/layout cukup dikerjakan oleh seorang. Hanya duduk di depan komputer dengan menyentuh nat-nat keyboard. 

Pesatnya perkembangan teknologi digital publishing, memudahkan dan mempercepat proses produksi. Hal itu  tidak terlepas dari adanya dukungan program-program disain grafis. Misalnya aplikasi PageMaker, Quax Expres, FreeHand, CorelDraw, Pothoshop, In Design dan lain-lain
.
Nah, pada kesempatan ini penulis ingin sedikit berbagi ilmu. Bagaimana menyiapkan halaman untuk disain/layout memakai program InDesign Cs 6. Walaupun penulis bukan seorang pakar. Tetapi paling tidak tulisan berikut ini dapat membawa manfaat. Langsung saja. 

Anggap saja di komputer Anda sudah ada program InDesign CS6. Silakan buka aplikasi InDesign. Sebelum membuat halaman sebaiknya tentukan dulu satuan ukurannya. Bisa dalam mm atau cm sama saja.


1.  Langkah pertama, arahkan panah ke menu Edit. Sorot ke bawah, cari Preferences. Terus cari arahkan kursor ke tulisan Units & Increments. Maka akan muncul dialog box (lihat gambar-1a dan  1b ). Silakan ganti satuan ukuran ke mm atau cm.


gambar-1a

gambar-1b

2.  Setelah itu, arahkan ke File New, atau Ctrl+N (lihat gambar-2 di bawah ini)

gambar-2

3. Kemudian akan terlihat dialog box seperti di bawah ini.  Angka-angka dapat diubah sesuai dengan kebutuhan (lihat gambar-3). Setelah dianggap cocok, klik OK.

gambar-3

4. Selanjutnya akan muncul halaman seperti di bawah ini (gambar-4) sesuai yang diinginkan. Perhatikan garis warna merah. Itu adalah batas keseluruhan areal kerja satu kolom.

gambar-4

5. Selanjutnya menambah jumlah kolom. Arahkan panah ke layout, (lihat gambar lingkaran merah). Maka akan muncul dialog box, Margins and Colomns. Di box itu terdapat angka-angka.  Margins: Top = 10 mm; Button = 15 mm; Inside = 10 mm ; Outside= 10 mm. Itu menunjukan batas areal kerja di dalam satu halaman. Dan tulisan Columns: Number = 3 mm, yaitu untuk jumlah kolom; Gutter = 5 mm, yaitu untuk jarak antar kolom (lihat gambar-5a dan 5b).

gambar-5a

gambar-5b

6. Setelah di klik OK, maka akan muncul  tiga kolom dalam satu halaman. Dan siap untuk mengerjakan layout atau mendisain naskah (gambar-6).


gambar-6

Sampai di sini dulu cara membuat areal kerja di InDesign Cs 6. Selamat mencoba. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan bermanfaat. Dan tulisan berikutnya dilanjutkan dengan bagaimana mengambil images foto atau tulisan ke dalam halaman kerja.

Sunday, 16 October 2016

Mengenal Pohon Jarak dan Manfaatnya

Masyarakat Indonesia pada umumnya sudah mengenal pohon jarak (Ricinus communis). Yaitu sejenis tanaman perdu. Merupakan spesies tanaman dari Euphorbiaceae dan tergolong ke dalam genus Ricinus, subtribe Ricininae.

Ada bebera jenis kandungan yang biasa ditemukan pada pohon jarak yaitu; Quercetin, Kaaemperol, Nocotiflorin, Astragalin. Pohon jarak mengandung juga zat ricin, sejenis racun mematikan. Mempunyai rasa pahit, astrigent, sejuk. Kaya akan asam lemak hidroksi, yaitu asam ricinoleat. Mempunyai kekentalan yang stabil sangat baik untuk campuran pelumas.

Penyebutan nama pohon jarak di beberapa daerah berbeda. Misalnya di Jawa Barat di sebut Kaliki, Jarak jitun. Di Madura dikenal dengan nama Kalek. Di Sumatra menyebutnya Dulang dan Gloah atau Nawaih nawas. Orang Sulawesi menyebut, Kalalei, Alale, Tangang jara, Peleng kaliki jera. Sedangkan di Timor disebut Paku penuai, dan Balacai tamekot di Halmahera. Serta, Tetanga di Bima, Lulu nau di Nusa Tenggara, dan Muun mav di Maluku.

Pada zaman penjajahan konon pohon jarak sudah menjadi rebutan. Sebagai komoditi untuk bahan bakar dan pelumas. Bahkan di beberapa negara pohon ini sudah dikembangkan. Misalnya di India sudah diadopsi sebagai bahan bakar untuk kereta api. Sebagai energi alternatif terbarukan.


Pohon ini biasanya ditanam sebagai pagar pekarangan rumah. Banyak tumbuh di daerah pesisir pantai. Pohon jarak merupakan tumbuhan yang berasal dari kawasan tropis dan subtropis, dan tumbuh subur di kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara, Afrika, dan di Asia.

Pohon jarak tingginya berkisar 4-5 meter. Memiliki batang berbentuk bulat. Daun batang tunggal, berseling berbentuk bulat. Ujungnya runcing, berwarna hijau. Buahnya bulat berkumpul dalam satu tandan. Buah muda warnanya hijau muda. Sedangkan buah yang sudah tua hijau tua agak kehitaman.

Banyak manfaat yang bisa didapat dari pohon jarak atau Ma feng shu, nama China-nya. Kandungan senyawa yang terdapat pada pohon jarak bisa dijadikan herbal. Sebagai obat bagi kesehatan. Misalnya untuk mengobati; Gigi berlubang, mengobati radang telinga, mengobati sariawan, mengobati sakit perut, Susah buang air besar (Constipation) dan lain-lain.

Maka dengan demikian jangan sepelekan pohon yang satu ini. Ternyata tidak hanya sekedar buat pagar pembatas saja. Ternyata pohon jarak mempunyai banyak manfaatnya juga.